Apa yang Dimaksud Dengan Renewable Energy?

Energi terbarukan atau Renewable Energy merupakan energy yang dikumpulkan dari sumber daya yang bisa diperbaharui atau ulang secara alami pada skala waktu yang masih manusiawi, seperti sinar angin, pasang surut ombak, panas bumi, matahari dan air hujan. Energi terbarukan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tenaga di berbagai bidang, terutama empat bidang utama yang menopang kehidupan manusia seperti : transportasi, energi, udara, air dan pendingan dan juga layanan energi off-grid.

Sumber tenaga renewable energy berada dimanapun, sehingga tersebar di  wilayah geografis yang luas, berbeda dengan sumber energi lainnya, yang hanya terkonsentrasi di sejumlah negara seperti minyak bumi. Difusi cepat energi terbarukan dan efisiensi energi menghasilkan keamanan dan keterjaminan akan energi yang signifikan, mencegah atau memperlambat perubahan iklim dan manfaat ekonomi yang tersebar luas. Hasil dari tinjauan literatur baru-baru ini menyimpulkan bahwa ketika penghasil gas rumah kaca bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan oleh emisi gas rumah kaca yang menjadi penyebab utama perubahan iklim tersebut.

Pada tahun 2015, total angka investasi global dalam teknologi terbarukan sudah mencapai lebih dari dua ratus delapan puluh enam miliar dollar.Investasi besar dilakukan pada sumber energi angin, matahari, biofuel dan hidro terutama oleh negara-negara besar serperti China / Tiongkok dan Amerika Serikat.

Riset REN21 yang dilaksanakan pada tahun 2016 menunjukkan bahwa energi terbarukan bisa memberikan kontribusi sebesar hingga 19,2% dari konsumsi energi global manusia dan 23,7% pembangkit listrik individu pada tahun 2014 dan 2015. Konsumsi energi itu dibagi menjadi 8,9% dari biomassa tradisional, 4,2% sebagai energi termal (biomassa modern, panas bumi dan panas matahari), 3,9% pembangkit listrik tenaga air dan 2,2% lainnya merupakan tenaga listrik dari yang bersumber dari angin, biomasa dan panas bumi.

Iklim, nilai kewajiban mitigasi yang tinggi akan memberikan insentif yang kuat untuk penerapan teknologi energi terbarukan Dalam sebuah survei opini publik internasional, ada dukungan kuat untuk membantu mempromosikan sumber energi terbarukan seperti tenaga energi matahari dan angin. Di tingkat nasional, setidaknya tiga puluh negara di seluruh dunia sudah menerapkan energi terbarukan yang menyumbang lebih dari dua puluh persen pasokan energi setiap tahunnya. Diharapkan pasar energi terbarukan nasional akan terus tumbuh kuat di dekade-dekade mendatang.

Saat ini setidaknya ada dua negara di dunia yaitu, Islandia dan Norwegia yang saat ini sudah menghasilkan semua listrik mereka melalui penggunaan energi terbarukan, dan banyak negara lain mencoba mengikuti mereka dengan menetapkan target untuk dapat memproduksi hingga 100% energi terbarukan di masa depan. Contohnya, di Denmark, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan total pasokan energi (listrik, tranportasi dan mobilisasi, dan sistem pemanas / pendingin ruangan) sehingga seluruhnya menggunakan energi terbarukan pada tahun 2050.

Selain banyaknya proyek energi terbarukan dalam besar, teknologi terbarukan juga sangat cocok dimanfaatkan bagi daerah terpencil pedesaan dan juga untuk negara-negara berkembang, di mana energi merupakan salah satu faktor penunjang penting penting bagi pembangunan. Mantan Sekjen PBB Ban Ki-moon telah mengucapkan bahwa energi terbarukan memiliki kemampuan dan manfaat besar untuk membantu meningkatkan derajat negara-negara paling miskin ke tingkat kemakmuran yang lebih baik.

Karena sebagian besar energi terbarukan memberikan tenaga, penyebaran energi terbarukan sering diterapkan bersamaan dengan elektrifikasi yang lebih banyak, sehingga memiliki beberapa keunggulan diantaranya:Tenaga Listrik dapat diubah menjadi panas (jika diperlukan suhu yang mereka hasilkan lebih tinggi daripada bahan bakar fosil),selain itu dapat diubah menjadi energi mekanik dengan efisiensi tinggi. dan bersih pada titik konsumsi.

Selain itu, elektrifikasi dengan energi terbarukan memberikan manfaat lainnya yaitu lebih efisien dan menyebabkan penurunan yang signifikan dalam permintaan energi primer, karena sebagian besar energi terbarukan tidak memiliki siklus uap dengan kehilangan energi yang tinggi seperti energi fosil (yang biasanya mengalami kehilgangan energi antara 40 sampai 65 persen).

Sistem energi terbarukan menjadi semakin efisien dan juga bernilai ekonomis. Tingkat konsumsi energi total di bumi terus meningkat meningkat. Dengan estimasi pertumbuhan konsumsi minyak dan juga batubara bisa berakhir pada 2020 karena penyerapan energi terbarukan dan gas alam yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s