Energi Matahari di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang berada di garis khatulistiwa, sehingga memiliki potensi energi matahari yang sangatlah melimpah.
Sayangnya pemanfaatan energi matahari ini belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah sehingga kapasitas energi yang dihasilkan oleh matahari di indonesia jumlahnya masih sangat jauh dibandingkan dengan potensinya yang sangat besar.

PLTS atau pembangkit listrik tenaga surya merupakan pembangkit yang memanfaatkan matahari menjadi tenaga listrik dan menjadi salah satu jenis pembangkit tenaga listrik yang paling ramah lingkungan.

Daerah-daerah kecil dan terpencil dapat memanfaatkan tenaga matahari menggunakan pembangkit berskala kecil / rumahan yang sebenarnya bisa menghasilkan energi dengan jumlah yang cukup lumayan untuk sekedar bisa memberikan listrik bagi satu unit rumah.

Sedangkan untuk pembangkit listrik berskala besar,jumlahnya masih terhitung sedikit di Indonesia.Selain itu pembangkit listrik tenaga matahari yang sudah beroperasi hanya bisa memproduksi kapasitas listrik yang jauh dari cukup.

Beberapa diantara sedikit pembangkit energi listrik tenaga matahari yang telah beroperasi di indonesia diantaranya :

  • PLTS di Pulau Gili Air, Provinsi Nusa Tenggara Barat berkapasitas 160 kWp.
  • PLTS di Pulau Gili Meno, Provinsi Nusa Tenggara Barat berkapasitas 60 kWp.
  • PLTS di Pulau Medang, Sekotok, Moyo, Bajo Pulo, Maringkik, dan Lantung dengan total kapasitas 900 kWp.
  • PLTS Raijua (Kecamatan Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur) memiliki kapasitas 150 kWp.
  • PLTS Nule (Kab. Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur) berkapasitas 250 kWp.
  • PLTS Pura (Kab. Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur) berkapasitas 175 kWp.
  • PLTS di Karangasem, Provinsi Bali memiliki kapasitas produksi 1 MW.
  • PLTS di Bangli, Provinsi Bali memiliki kapasitas produksi 1 MW.
  • PLTS di Pulau Gili Trawangan, Provinsi Nusa Tenggara Barat berkapasitas 600 kWp.
  • PLTS West Solor (Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa tenggara Timur) berkapasitas 275 kWp.
  • PLTS Kabaena (Sulawesi Tenggara) berkapasitas 200 kWp.
  • PLTS Morotai (Maluku Utara) memiliki kapasitas produksi 600 kWp.
  • PLTS Kelang (Maluku) memiliki kapasitas produksi 100 kWp.
  • PLTS Pulau Tiga (Maluku) memiliki kapasitas produksi75 kWp.
  • PLTS Banda Naira (Maluku) berkapasitas 100 kWp.
  • PLTS Pulau Panjang (Maluku) berkapasitas 115 kWp.
  • PLTS Manawoka (Maluku) berkapasitas 115 kWp.
  • PLTS Tioor (Maluku) berkapasitas 100 kWp.
  • PLTS Kur (Maluku) berkapasitas 100 kWp.
  • Kisar (Maluku) berkapasitas 100 kWp.
  • PLTS Wetar (Maluku) dengan total kapasitas produksi 100 kWp.

Meskipun jumlahnya masih sangat terbatas dan juga kapasitas produksinya yang masih jauh dari harapan, namun tentunya pemerintah Indonesia terus berupaya untuk menambah jumlah PLTS – PLTS yang ada di seluruh indonesia sehingga diharapkan nantinya sebagian besar atau bahkan seluruh sumber listrik atau energi yang ada di indonesia seluruhnya dihasilkan oleh pembangkit listrik yang menggunakan tenaga yang dapat diperbaharui / renewable energy.

Sumber : https://alamendah.org/2014/12/08/pembangkit-listrik-tenaga-surya-di-indonesia/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s