Mengenal Sumber Energi Tenaga Angin

Energi angin merupakan salah satu alternatif tenaga energi terbaru untuk menggantikan bahan bakar fosil yang jumlahnya terbatas karena secara ketersediaannnya yang melimpah dan bisa diperbaharui, tersebar luas di seluruh penjuru dunia, bersih karena tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca selama beroperasi, tidak membutuhkan air dan cukup menggunakan lahan yang kecil. Sumber energi bertenaga angin bekerja dengan cara memanfaatkan aliran udara untuk memutar turbin angin sehingga secara mekanis dapat menghidupkan pembangkit listrik.Efek bersih terhadap lingkungan juga jauh lebih terutama jika dibandingkan dengan sumber energi yang tidak terbarukan seperti minyak.

Pembangkit listrik tenaga angin terdiri dari banyak turbin angin individu yang terhubung kedalam suatu jaringan transmisi tenaga listrik yang menghasilkan tenaga listrik yang nantinya akan didistribusikan sesuai dengan kebutuhan. Terdapat beberapa jenis angin yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber tenaga pembangkit, yaitu angin di darat yang merupakan sumber energi yang cukup murah dan kompetitif bahkan di banyak tempat energi angin lebih murah dibanding batu bara atau pabrik gas. Selain itu ada juga angin lepas pantai yang lebih stabil dan lebih kuat daripada di darat sehingga dapat menghasilkan tenaga listrik yang lebih banyak namun biaya konstruksi dan perawatannya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan angin darat. Pembangkit listrik angin kecil di darat bisa memberi asupan listrik untuk berbagai kebutuhan energi di sekitar pembangkit hingga ke lokasi terpencil di luar jaringan pembangkit.

Energi angin memberikan daya variabel yang sangat konsisten dari setiap tahunnya, namun memiliki beberapa perubahan yang signifikan dalam skala waktu yang lebih pendek. Oleh sebab itu, energi angin banyak dikombinasikan dengan sumber tenaga listrik lainnya agar bisa memberikan pasokan listrik yang handal dan konsisten. Seiring proporsi tenaga angin di suatu wilayah meningkat, kebutuhan untuk memperbarui jaringan dan kapasitas yang dikurangi untuk menggantikan produksi pembangkit tenaga konvensional dapat terjadi. Teknik manajemen energi seperti memiliki kelebihan kapasitas, turbin yang didistribusikan secara geografis, sumber cadangan yang dapat dipasang, daya hidroelektrik yang memadai, mengekspor dan mengimpor energi ke daerah di sekitar pembangkit, atau mengurangi permintaan listrik di saat produksi angin rendah saat musim-musim tertentu. Selain itu, penggunaan ramalan cuaca juga dapat membantu menyiapkan jaringan listrik alternatif apabila diprediksi pasokan tenaga angin akan berkurang karena faktor cuata.

Pada tahun 2015, Denmark mampu menghasilkan hingga empat puluh persen dari keseluruhan produksi listriknya dari memanfaatkan tenaga angin, dan setidaknya ada delapan puluh tiga negara lain di seluruh dunia sudah menggunakan tenaga angin untuk memasok jaringan listrik di negara mereka. Pada tahun 2014, kapasitas produksi listrik tenaga angin dunia tumbuh menjadi 369.553 MW. Produksi tahunan energi angin juga berkembang pesat dan telah mencapai sekitar empat persen penggunaan tenaga listrik di seluruh dunia, dan mencapai  11,4% di uni eropa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s