Tentang Energi Surya atau Matahari

Bumi menerima 174 petawatt (PW) radiasi matahari yang masuk kedalam atmosfer bumi bagian atas. Sekitar 30% dari radiasi ini terpantul pada ruang di atmosfer sedangkan sisanya diserap oleh awan, lautan dan daratan di permukaan bumi. Mayoritas penduduk dunia tinggal di daerah dengan tingkat insolasi 150-300 watt / m², atau 3,5-7,0 kWh / m² per hari.

Total energi dari sinar matahari yang diserap baik oleh atmosfer bumi, lautan maupun daratan sekitar 4 juta Exajoule (EJ) per tahun. Jumlah energi matahari yang mencapai permukaan planet sangat besar sehingga apabila dikumpulkan dalam satu tahun memiliki kapasitas energi total hampir dua kali lipat dari apa yang akan diperoleh dari gabungan semua sumber daya lain seperti batubara, minyak, gas alam dan uranium yang tidak dapat diperbaharui.

Energi matahari adalah energi yang dihasilkan dengan memanfaatkan cahaya dan panas dari Matahari yang dimanfaatkan dengan menggunakan berbagai teknologi yang terus berkembang seperti pemanas matahari, fotovoltaik, energi panas matahari dan fotosintesis buatan.

Matahari merupakan salah satu sumber penting energi terbarukan dan teknologinya secara luas dikembangkan menggunakan matahari pasif atau surya aktif tergantung pada bagaimana mereka menangkap dan mendistribusikan energi matahari atau mengubahnya menjadi tenaga surya.

Teknik surya aktif meliputi penggunaan sistem fotovoltaik, tenaga surya terkonsentrasi dan pemanas air matahari untuk memanfaatkan energi. Teknik surya pasif termasuk mengorientasikan bangunan ke Matahari, memilih bahan dengan massa termal yang menguntungkan atau sifat pendispersi cahaya, dan merancang ruang yang secara alami mengedarkan udara.

Besarnya energi matahari yang tersedia membuatnya menjadi sumber listrik yang sangat menarik. Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam Penilaian Energi Dunia tahun 2000 menemukan bahwa potensi energi matahari tahunan adalah 1.575-49.837 exajoule (EJ)J umlah ini bila dihitung bernilai beberapa kali lebih besar dari total konsumsi energi dunia, yaitu 559,8 EJ pada 2012.

Potensi sumber energi dari tenaga matahari yang bisa digunakan oleh manusia sedikit bervariasi tergantung faktor seperti geografi, variasi waktu, awan, dan lahan yang tersedia bagi manusia menjadi pembatas besaran energi matahari yang bisa dimanfaatkan untuk kehidupan manusia.

Geografi merupakan salah satu faktor penting untuk pembangkit energi matahari karena daerah yang paling dekat dengan garis khatuslistiwa dapat memiliki jumlah paparan sinar matahari yang lebih banyak. Namun, penggunaan teknologi fotovoltaik yang bisa mengikuti posisi matahari secara signifikan dapat meningkatkan potensi energi matahari bahkan di daerah-daerah yang lebih jauh dari khatulistiwa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s