Mengental Teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Hidro

Energi hidro atau tenaga air merupakan energi yang berasal dari energi yang dihasilkan oleh air jatuh atau memanfaatkan air mengalir cepat, yang dapat digunakan untuk memutar turbin sehingga dapa. Sejak dahulu kala, pembangkit listrik tenaga air dari banyak jenis aliran air telah banyak digunakan sebagai sumber energi untuk pengairan dan juga pengoperasian berbagai perangkat mekanis, seperti contohnya pabrik gandum, pabrik pemotongan kayu, pabrik tekstil, dermaga , lift domestik dan pabrik bijih. Sebuah turbin, yang menghasilkan daya tekan dari air yang jatuh, seringkali digunakan untuk menyalakan mesin lain dari kejauhan.

Pada akhir abad ke-19, tenaga air pertama kali digunakan menjadi sumber pembangkit tenaga listrik. Cragside di Northumberland merupakan rumah pertama yang didukung oleh pembangkit listrik tenaga air pada tahun 1878 dan pembangkit listrik tenaga air komersial pertama dibangun di air terjun Niagara Falls pada tahun 1879. Pada tahun 1881, lampu-lampu di kota Niagara Falls disuplai listrik oleh pembangkit listrik tenaga air .

Sejak awal abad ke-20, istilah hydroenergy ini telah digunakan hampir secara eksklusif dalam kaitannya dengan perkembangan modern tenaga air. Organisasi-organisasi internasional seperti Bank Dunia telah melihat tenaga air sebagai alat untuk pembangunan ekonomi tanpa menghasilkan karbon ke atmosfer yang dapat memberikan dampak buruk bagi lingkungan dan alam. Selain itu dampak negatif terhadap lingkungan sekitar juga sangat minim dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga air.

Mengenal Sumber Energi Tenaga Angin

Energi angin merupakan salah satu alternatif tenaga energi terbaru untuk menggantikan bahan bakar fosil yang jumlahnya terbatas karena secara ketersediaannnya yang melimpah dan bisa diperbaharui, tersebar luas di seluruh penjuru dunia, bersih karena tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca selama beroperasi, tidak membutuhkan air dan cukup menggunakan lahan yang kecil. Sumber energi bertenaga angin bekerja dengan cara memanfaatkan aliran udara untuk memutar turbin angin sehingga secara mekanis dapat menghidupkan pembangkit listrik.Efek bersih terhadap lingkungan juga jauh lebih terutama jika dibandingkan dengan sumber energi yang tidak terbarukan seperti minyak.

Pembangkit listrik tenaga angin terdiri dari banyak turbin angin individu yang terhubung kedalam suatu jaringan transmisi tenaga listrik yang menghasilkan tenaga listrik yang nantinya akan didistribusikan sesuai dengan kebutuhan. Terdapat beberapa jenis angin yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber tenaga pembangkit, yaitu angin di darat yang merupakan sumber energi yang cukup murah dan kompetitif bahkan di banyak tempat energi angin lebih murah dibanding batu bara atau pabrik gas. Selain itu ada juga angin lepas pantai yang lebih stabil dan lebih kuat daripada di darat sehingga dapat menghasilkan tenaga listrik yang lebih banyak namun biaya konstruksi dan perawatannya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan angin darat. Pembangkit listrik angin kecil di darat bisa memberi asupan listrik untuk berbagai kebutuhan energi di sekitar pembangkit hingga ke lokasi terpencil di luar jaringan pembangkit.

Energi angin memberikan daya variabel yang sangat konsisten dari setiap tahunnya, namun memiliki beberapa perubahan yang signifikan dalam skala waktu yang lebih pendek. Oleh sebab itu, energi angin banyak dikombinasikan dengan sumber tenaga listrik lainnya agar bisa memberikan pasokan listrik yang handal dan konsisten. Seiring proporsi tenaga angin di suatu wilayah meningkat, kebutuhan untuk memperbarui jaringan dan kapasitas yang dikurangi untuk menggantikan produksi pembangkit tenaga konvensional dapat terjadi. Teknik manajemen energi seperti memiliki kelebihan kapasitas, turbin yang didistribusikan secara geografis, sumber cadangan yang dapat dipasang, daya hidroelektrik yang memadai, mengekspor dan mengimpor energi ke daerah di sekitar pembangkit, atau mengurangi permintaan listrik di saat produksi angin rendah saat musim-musim tertentu. Selain itu, penggunaan ramalan cuaca juga dapat membantu menyiapkan jaringan listrik alternatif apabila diprediksi pasokan tenaga angin akan berkurang karena faktor cuata.

Pada tahun 2015, Denmark mampu menghasilkan hingga empat puluh persen dari keseluruhan produksi listriknya dari memanfaatkan tenaga angin, dan setidaknya ada delapan puluh tiga negara lain di seluruh dunia sudah menggunakan tenaga angin untuk memasok jaringan listrik di negara mereka. Pada tahun 2014, kapasitas produksi listrik tenaga angin dunia tumbuh menjadi 369.553 MW. Produksi tahunan energi angin juga berkembang pesat dan telah mencapai sekitar empat persen penggunaan tenaga listrik di seluruh dunia, dan mencapaiĀ  11,4% di uni eropa.

Apa yang Dimaksud Dengan Renewable Energy?

Energi terbarukan atau Renewable Energy merupakan energy yang dikumpulkan dari sumber daya yang bisa diperbaharui atau ulang secara alami pada skala waktu yang masih manusiawi, seperti sinar angin, pasang surut ombak, panas bumi, matahari dan air hujan. Energi terbarukan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tenaga di berbagai bidang, terutama empat bidang utama yang menopang kehidupan manusia seperti : transportasi, energi, udara, air dan pendingan dan juga layanan energi off-grid.

Sumber tenaga renewable energy berada dimanapun, sehingga tersebar diĀ  wilayah geografis yang luas, berbeda dengan sumber energi lainnya, yang hanya terkonsentrasi di sejumlah negara seperti minyak bumi. Difusi cepat energi terbarukan dan efisiensi energi menghasilkan keamanan dan keterjaminan akan energi yang signifikan, mencegah atau memperlambat perubahan iklim dan manfaat ekonomi yang tersebar luas. Hasil dari tinjauan literatur baru-baru ini menyimpulkan bahwa ketika penghasil gas rumah kaca bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan oleh emisi gas rumah kaca yang menjadi penyebab utama perubahan iklim tersebut.

Pada tahun 2015, total angka investasi global dalam teknologi terbarukan sudah mencapai lebih dari dua ratus delapan puluh enam miliar dollar.Investasi besar dilakukan pada sumber energi angin, matahari, biofuel dan hidro terutama oleh negara-negara besar serperti China / Tiongkok dan Amerika Serikat.

Riset REN21 yang dilaksanakan pada tahun 2016 menunjukkan bahwa energi terbarukan bisa memberikan kontribusi sebesar hingga 19,2% dari konsumsi energi global manusia dan 23,7% pembangkit listrik individu pada tahun 2014 dan 2015. Konsumsi energi itu dibagi menjadi 8,9% dari biomassa tradisional, 4,2% sebagai energi termal (biomassa modern, panas bumi dan panas matahari), 3,9% pembangkit listrik tenaga air dan 2,2% lainnya merupakan tenaga listrik dari yang bersumber dari angin, biomasa dan panas bumi.

Iklim, nilai kewajiban mitigasi yang tinggi akan memberikan insentif yang kuat untuk penerapan teknologi energi terbarukan Dalam sebuah survei opini publik internasional, ada dukungan kuat untuk membantu mempromosikan sumber energi terbarukan seperti tenaga energi matahari dan angin. Di tingkat nasional, setidaknya tiga puluh negara di seluruh dunia sudah menerapkan energi terbarukan yang menyumbang lebih dari dua puluh persen pasokan energi setiap tahunnya. Diharapkan pasar energi terbarukan nasional akan terus tumbuh kuat di dekade-dekade mendatang.

Saat ini setidaknya ada dua negara di dunia yaitu, Islandia dan Norwegia yang saat ini sudah menghasilkan semua listrik mereka melalui penggunaan energi terbarukan, dan banyak negara lain mencoba mengikuti mereka dengan menetapkan target untuk dapat memproduksi hingga 100% energi terbarukan di masa depan. Contohnya, di Denmark, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan total pasokan energi (listrik, tranportasi dan mobilisasi, dan sistem pemanas / pendingin ruangan) sehingga seluruhnya menggunakan energi terbarukan pada tahun 2050.

Selain banyaknya proyek energi terbarukan dalam besar, teknologi terbarukan juga sangat cocok dimanfaatkan bagi daerah terpencil pedesaan dan juga untuk negara-negara berkembang, di mana energi merupakan salah satu faktor penunjang penting penting bagi pembangunan. Mantan Sekjen PBB Ban Ki-moon telah mengucapkan bahwa energi terbarukan memiliki kemampuan dan manfaat besar untuk membantu meningkatkan derajat negara-negara paling miskin ke tingkat kemakmuran yang lebih baik.

Karena sebagian besar energi terbarukan memberikan tenaga, penyebaran energi terbarukan sering diterapkan bersamaan dengan elektrifikasi yang lebih banyak, sehingga memiliki beberapa keunggulan diantaranya:Tenaga Listrik dapat diubah menjadi panas (jika diperlukan suhu yang mereka hasilkan lebih tinggi daripada bahan bakar fosil),selain itu dapat diubah menjadi energi mekanik dengan efisiensi tinggi. dan bersih pada titik konsumsi.

Selain itu, elektrifikasi dengan energi terbarukan memberikan manfaat lainnya yaitu lebih efisien dan menyebabkan penurunan yang signifikan dalam permintaan energi primer, karena sebagian besar energi terbarukan tidak memiliki siklus uap dengan kehilangan energi yang tinggi seperti energi fosil (yang biasanya mengalami kehilgangan energi antara 40 sampai 65 persen).

Sistem energi terbarukan menjadi semakin efisien dan juga bernilai ekonomis. Tingkat konsumsi energi total di bumi terus meningkat meningkat. Dengan estimasi pertumbuhan konsumsi minyak dan juga batubara bisa berakhir pada 2020 karena penyerapan energi terbarukan dan gas alam yang lebih besar.

Selamat Datang di Blog Talkenergy

Blog ini berisi seputar update dan informasi terbaru mengenai energi terbarukan atau renewable energy. Seperti kita tahu saat ini bumi sangat membutuhkan sumber-sumber energy baru dikarenakan kita terlau bergantung pada energy yang berasal dari minyak yang tentunya suatu saat nanti akan habis.

Beberapa inovasi energi terbaru yang sudah mulai dikembangkan diantaranya energy matahari, energi angin, energi pasang surut air laut, dan sumber sumber energi lainnya yang selain tentunya ketersediaannya lebih panjang dibandingkan dengan energi minyak, energi-energi terbarukan juga memiliki emisi atau pencemaran yang nyaris 0 sehingga bisa menjaga bumi kita tetap hijau.