Formula E – Ajang Balapan Motorsport Ramah Lingkungan

Biasanya ajang balapan ataupun motorsport dikenal sebagai olahraga yang boros dan cenderung tidak ramah lingkungan karena menggunakan mesin-mesin bertenaga besar yang menghasilkan emisi gas buang yang sangat besar. Namun kali ini gebrakan coba dilakukan oleh Formula E atau Formula Elektrik, yang mana pada balapan ini semua mobil formula yang digunakan wajib menggunakan mesin listrik dengan dukungan baterai untuk menyimpan daya.

Pertama kali dilangsungkan pada tahun 2014, formula e berkembang sangat pesat saat ini apabila dibandingkan dari tahun pertama penyelengaraannya. Mobil-mobil formula e tahun ini pun jauh melesat sangat cepat apabila dibandingkan dengan mobil formula e versi pertama. Dan tentunya tetap menggunakan energi listrik yang ramah lingkungan.

Rata-rata tenaga yang dihasilkan oleh mobil balap formula E yaitu setara dengan 250 Hp (tenaga kuda) yang tentunya merupakan suatu tenaga yang sangat mengagumkan mengingat tenaga ini dihasilkan oleh energi listrik. Selain itu maksimum kecepatan yang bisa ditempuh oleh mobil ini adalah 225 km/jam.

Ajang formula E agak sedikit berbeda dengan ajang-ajang balap formula lainnya, dimana formula E diadakan di jalanan / street circuit yang memanfaatkan jalan raya yang disulap menjadi sebuah sirkuit balap jalan raya. Beberapa kota besar yang menjadi penyelenggara balapan Formula E diantaranya adalah : Berlin, Montreal, Beijing, Berlin, Hongkong, Moscow, Mexico dan banyak kota-kota lainnya.

Begitu pula dengan peserta ajang balapan ini yang setiap tahunnya terus bertambah seiring dengan mulai beralihnya pabrikan-pabrikan mobil besar untuk mencoba alih teknologi kepada teknologi listrik. Pabrikan-pabrikan mobil yang turut ikut serta diajang balapan Formula Elektrik diantaranya : Jaguar, BMW, Renault, Audi dan kedepannya direncanakan Mercedez Benz, Nissan dan Porsche juga akan ikut ambil bagian di balapan ini.

Kampanye ramah lingkungan tentu saja bisa dilakukan oleh berbagai hal, dan salah satu caranya adalah seperti menggelar ajang balapan ramah lingkungan Formula E ini. Kita berharap kedepannya akan banyak ajang-ajang lain yang digunakan sebagai bahan kampanye ramah lingkungan untuk bisa menciptakan bumi kita yang lebih sehat dan hijau sebagai warisan untuk anak cucu kita semua.

Mengenal Istilah-Istilah Emisi Kendaraan Ramah Lingkungan

Standar emisi kendaraan merupakan salah satu standar yang digunakan untuk mengukur tingkat emisi atau gas buang yang dihasilkan oleh suatu kendaraan. Berikut ini beberapa standar emisi kendaraan yang sudah diterapkan oleh beberapa negara-negara maju :

Euro 6

Euro 6 merupakan standar emisi yang diterapkan di eropa sejak tahun 2014 untuk kendaraan penumpang dan kendaraan komersial. Standar ini merupakan update standar terbaru setelah sebelumnya Euro 1 – Euro 5 diterapkan dalam kurun tahun 1993 hingga 2009. Standar euro 6 saat ini sudah menjadi standar wajib suatu kendaraan baru di eropa boleh digunakan di jalan raya. Apabila suatu kendaraan tidak memenuhi standar Euro 6 ini, maka kendaraan tersebut tidak akan mendapatkan izin untuk digunakan.

ZEV

ZEV merupakan Zero Emission Vehicle yang berarti kendaraan yang masuk kedalam standar ini merupakan kendaraan yang sama sekali tidak menghasilkan gas buang yang bisa berbahaya bagi lingkungan hidup. Jenis kendaraan yang bisa masuk kedalam katogori ini diantaranya yaitu mobil listrik.

ULEV

ULEV adalah singkatan dari Ultra Low Emission Vehicle yang bisa diartikan sebagai kendaraan yang menghasilkan emisi gas buang yang sangat rendah. Untuk masuk ke kategori ini suatu kendaraan pada umumnya harus menghasilkan gas emisi 50% lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata emisi yang dihasilkan oleh kendaraan-kendaraan baru.

SULEV

SULEV atau Super Ultra Low Emission Vehicle berarti kendaraan yang menghasilkan emisi buang yang sangat-sangat rendah. Beberapa kendaraan / mobil baru yang bisa lolos uji SULEV diantaranya :

  • Honda Accord 2000
  • Honda Insight (CVT transmission models only)
  • Honda Civic Hybrid CVT transmission models only, AT-PZEV available in certain states
  • Toyota Prius
  • Toyota RAV4 Hybrid
  • Lexus CT200h
  • BMW SULEV 128i, 328i, 325i, 325Ci, and 325iT
  • Honda Civic GX Natural Gas
  • BMW SULEV 128i, 328i, 325i, 325Ci, and 325iT
  • Chevrolet Volt
  • Ford Focus SULEV
  • Volkswagen Jetta
  • Hyundai Elantra
  • Kia Forte
  • Mini Cooper Hardtop 4-Pintu
  • Pontiac Grand Prix

Demikian artikel singkat ini, meskipun bukan merupakan bahasan yang berat namun semoga anda bisa mendapatkan manfaat dengan menambah pengetahuan anda tentang mobil ramah lingkungan.

Teknologi Mobil Ramah Lingkungan

Green car atau kendaraan ramah lingkungan merupakan kendaraan bermotor sama seperti kendaraan yang biasa kita gunakan untuk bertransportasi, namun memiliki sistem pembakaran atau sistem kerja mesin yang menghasilkan dampak yang tidak berbahaya bagi lingkungan seperti yang dihasilkan oleh mesin konvensional seperti mesin diesel atau bensin. Salah satu pelopor mobil ramah lingkungan yaitu tesla yang sudah mulai memproduksi mobil listrik.

Saat ini, di beberapa negara sudah dilakukan standar emisi yang ketat terutama untuk kendaraan keluaran baru, standar ini menggunakan berbagai istilah seperti Euro6, ZEV, ULEV, SULVEV, PZEV.

Green car pada umumnya menggunakan bahan bakar alternatif dan teknologi kendaraan canggih dan mencakup kendaraan listrik hibrida, kendaraan listrik hibrida charging, kendaraan listrik baterai, kendaraan hidrogen dan sel bahan bakar, kendaraan berbahan bakar etanol, kendaraan berbahan bakar fleksibel, kendaraan gas alam, kendaraan diesel bersih, dan beberapa sumber juga mencakup kendaraan yang menggunakan campuran biodiesel dan bahan bakar etanol atau gasohol.

Analisis lingkungan merupakan hal paling penting yang jauh melampaui efisiensi yang dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan ramah lingkungan. Selain itu penilaian siklus hidup yang melibatkan pertimbangan produksi dan pasca penggunaan juga merupakan salah satu faktor penting.

Beberapa penulis juga memasukkan kendaraan bermotor konvensional dengan ekonomi kendaraan berbahan bakar konvensional, karena mereka menganggap bahwa peningkatan penghematan bahan bakar merupakan cara yang dinilai paling efektif untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi jumlah emisi gas karbon di sektor transportasi dalam jangka pendek yang jumlahnya saat ini sudah masuk kedalam kategori yang menghawatirkan.

Sebagai bagian dari kontribusinya terhadap transportasi berkelanjutan, kendaraan ramah lingkugan ini dapat mengurangi polusi udara dan juga emisi gas rumah kaca sehingga dapat membantu mengurangi dampak pencemaran udara yang sudah cukup parah, selain itu mobil listrik juga berkontribusi terhadap kemandirian energi dengan mengurangi penggunaan minyak yang jumlahnya semakin hari semakin terbatas dan dapat habis suatu saat nanti.