Mengenal Energi Panas Bumi

Energi Panas Bumi merupakan energi yang memanfaatkan panas yang dihasilkan dan disimpan di dalam perut Bumi. Energi termal adalah energi yang berwujud suhu bermateri. Energi panas bumi berasal dari pembentukan asli planet bumi dan berasal dari peluruhan mineral radioaktif. Perbedaan suhu yang merupakan perbedaan antara inti planet dan suhu di permukaannya akan mendorong konduksi energi panas yang terus menerus ke permukaan. Asal kata geothermal berasal dari bahasa Yunani kuno, geo yang berarti bumi, dan termos yang berarti panas.

Panas yang digunakan untuk energi panas bumi pada umumnya berasal dari dalam di dalam Bumi, sampai ke inti bumi – 4.000 mil (6.400 km) turun. Pada inti bumu, suhu bisa mencapai lebih dari 9.000 ° F (5.000 ° C). Panas akan menyebar dari inti ke batuan sekitarnya. Temperatur dan tekanan yang sangat tinggi menyebabkan beberapa batuan meleleh, atau biasa kita kenal dengan sebutan dengan magma. Magma muncul ke atas permukaan karena lebih ringan dari pada batu padat. Magma ini kemudian memanaskan batu dan air di kerak bumi, kadang sampai 700 ° F (371 ° C). [57]

Selain sumber energi, sumber air panas sejak jaman dulu telah digunakan untuk mandi sejak masa Paleolitik dan untuk pemanasan ruangan bahkan sejak zaman Romawi kuno, namun sekarang panas bumi lebih dikenal sebagai sumber pembangkit listrik.

Panas bumi merupakan teknologi terbarukan yang semakin penting karena keduanya mengurangi total beban energi tahunan yang terkait dengan pemanasan dan pendinginan, dan juga meratakan kurva permintaan listrik yang menghilangkan persyaratan pasokan listrik musim panas dan musim dingin yang cukup ekstrim. Dengan demikian Suhu Panas Bumi Rendah menjadi prioritas nasional yang meningkat dengan beberapa dukungan kredit pajak dan fokus sebagai bagian dari pergerakan berkelanjutan menuju Net Zero Energy. New York City bahkan baru saja mengeluarkan undang-undang untuk meminta GHP kapan saja yang terbukti ekonomis secara pembiayaan 20 tahun termasuk biaya yang harus dikeluarkan karena emisi karbon yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik tenaga lainnya yang tidak ramah lingkungan.

Energi Matahari di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang berada di garis khatulistiwa, sehingga memiliki potensi energi matahari yang sangatlah melimpah.
Sayangnya pemanfaatan energi matahari ini belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah sehingga kapasitas energi yang dihasilkan oleh matahari di indonesia jumlahnya masih sangat jauh dibandingkan dengan potensinya yang sangat besar.

PLTS atau pembangkit listrik tenaga surya merupakan pembangkit yang memanfaatkan matahari menjadi tenaga listrik dan menjadi salah satu jenis pembangkit tenaga listrik yang paling ramah lingkungan.

Daerah-daerah kecil dan terpencil dapat memanfaatkan tenaga matahari menggunakan pembangkit berskala kecil / rumahan yang sebenarnya bisa menghasilkan energi dengan jumlah yang cukup lumayan untuk sekedar bisa memberikan listrik bagi satu unit rumah.

Sedangkan untuk pembangkit listrik berskala besar,jumlahnya masih terhitung sedikit di Indonesia.Selain itu pembangkit listrik tenaga matahari yang sudah beroperasi hanya bisa memproduksi kapasitas listrik yang jauh dari cukup.

Beberapa diantara sedikit pembangkit energi listrik tenaga matahari yang telah beroperasi di indonesia diantaranya :

  • PLTS di Pulau Gili Air, Provinsi Nusa Tenggara Barat berkapasitas 160 kWp.
  • PLTS di Pulau Gili Meno, Provinsi Nusa Tenggara Barat berkapasitas 60 kWp.
  • PLTS di Pulau Medang, Sekotok, Moyo, Bajo Pulo, Maringkik, dan Lantung dengan total kapasitas 900 kWp.
  • PLTS Raijua (Kecamatan Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur) memiliki kapasitas 150 kWp.
  • PLTS Nule (Kab. Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur) berkapasitas 250 kWp.
  • PLTS Pura (Kab. Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur) berkapasitas 175 kWp.
  • PLTS di Karangasem, Provinsi Bali memiliki kapasitas produksi 1 MW.
  • PLTS di Bangli, Provinsi Bali memiliki kapasitas produksi 1 MW.
  • PLTS di Pulau Gili Trawangan, Provinsi Nusa Tenggara Barat berkapasitas 600 kWp.
  • PLTS West Solor (Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa tenggara Timur) berkapasitas 275 kWp.
  • PLTS Kabaena (Sulawesi Tenggara) berkapasitas 200 kWp.
  • PLTS Morotai (Maluku Utara) memiliki kapasitas produksi 600 kWp.
  • PLTS Kelang (Maluku) memiliki kapasitas produksi 100 kWp.
  • PLTS Pulau Tiga (Maluku) memiliki kapasitas produksi75 kWp.
  • PLTS Banda Naira (Maluku) berkapasitas 100 kWp.
  • PLTS Pulau Panjang (Maluku) berkapasitas 115 kWp.
  • PLTS Manawoka (Maluku) berkapasitas 115 kWp.
  • PLTS Tioor (Maluku) berkapasitas 100 kWp.
  • PLTS Kur (Maluku) berkapasitas 100 kWp.
  • Kisar (Maluku) berkapasitas 100 kWp.
  • PLTS Wetar (Maluku) dengan total kapasitas produksi 100 kWp.

Meskipun jumlahnya masih sangat terbatas dan juga kapasitas produksinya yang masih jauh dari harapan, namun tentunya pemerintah Indonesia terus berupaya untuk menambah jumlah PLTS – PLTS yang ada di seluruh indonesia sehingga diharapkan nantinya sebagian besar atau bahkan seluruh sumber listrik atau energi yang ada di indonesia seluruhnya dihasilkan oleh pembangkit listrik yang menggunakan tenaga yang dapat diperbaharui / renewable energy.

Sumber : https://alamendah.org/2014/12/08/pembangkit-listrik-tenaga-surya-di-indonesia/

Tentang Energi Surya atau Matahari

Bumi menerima 174 petawatt (PW) radiasi matahari yang masuk kedalam atmosfer bumi bagian atas. Sekitar 30% dari radiasi ini terpantul pada ruang di atmosfer sedangkan sisanya diserap oleh awan, lautan dan daratan di permukaan bumi. Mayoritas penduduk dunia tinggal di daerah dengan tingkat insolasi 150-300 watt / m², atau 3,5-7,0 kWh / m² per hari.

Total energi dari sinar matahari yang diserap baik oleh atmosfer bumi, lautan maupun daratan sekitar 4 juta Exajoule (EJ) per tahun. Jumlah energi matahari yang mencapai permukaan planet sangat besar sehingga apabila dikumpulkan dalam satu tahun memiliki kapasitas energi total hampir dua kali lipat dari apa yang akan diperoleh dari gabungan semua sumber daya lain seperti batubara, minyak, gas alam dan uranium yang tidak dapat diperbaharui.

Energi matahari adalah energi yang dihasilkan dengan memanfaatkan cahaya dan panas dari Matahari yang dimanfaatkan dengan menggunakan berbagai teknologi yang terus berkembang seperti pemanas matahari, fotovoltaik, energi panas matahari dan fotosintesis buatan.

Matahari merupakan salah satu sumber penting energi terbarukan dan teknologinya secara luas dikembangkan menggunakan matahari pasif atau surya aktif tergantung pada bagaimana mereka menangkap dan mendistribusikan energi matahari atau mengubahnya menjadi tenaga surya.

Teknik surya aktif meliputi penggunaan sistem fotovoltaik, tenaga surya terkonsentrasi dan pemanas air matahari untuk memanfaatkan energi. Teknik surya pasif termasuk mengorientasikan bangunan ke Matahari, memilih bahan dengan massa termal yang menguntungkan atau sifat pendispersi cahaya, dan merancang ruang yang secara alami mengedarkan udara.

Besarnya energi matahari yang tersedia membuatnya menjadi sumber listrik yang sangat menarik. Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam Penilaian Energi Dunia tahun 2000 menemukan bahwa potensi energi matahari tahunan adalah 1.575-49.837 exajoule (EJ)J umlah ini bila dihitung bernilai beberapa kali lebih besar dari total konsumsi energi dunia, yaitu 559,8 EJ pada 2012.

Potensi sumber energi dari tenaga matahari yang bisa digunakan oleh manusia sedikit bervariasi tergantung faktor seperti geografi, variasi waktu, awan, dan lahan yang tersedia bagi manusia menjadi pembatas besaran energi matahari yang bisa dimanfaatkan untuk kehidupan manusia.

Geografi merupakan salah satu faktor penting untuk pembangkit energi matahari karena daerah yang paling dekat dengan garis khatuslistiwa dapat memiliki jumlah paparan sinar matahari yang lebih banyak. Namun, penggunaan teknologi fotovoltaik yang bisa mengikuti posisi matahari secara signifikan dapat meningkatkan potensi energi matahari bahkan di daerah-daerah yang lebih jauh dari khatulistiwa.

Mengental Teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Hidro

Energi hidro atau tenaga air merupakan energi yang berasal dari energi yang dihasilkan oleh air jatuh atau memanfaatkan air mengalir cepat, yang dapat digunakan untuk memutar turbin sehingga dapa. Sejak dahulu kala, pembangkit listrik tenaga air dari banyak jenis aliran air telah banyak digunakan sebagai sumber energi untuk pengairan dan juga pengoperasian berbagai perangkat mekanis, seperti contohnya pabrik gandum, pabrik pemotongan kayu, pabrik tekstil, dermaga , lift domestik dan pabrik bijih. Sebuah turbin, yang menghasilkan daya tekan dari air yang jatuh, seringkali digunakan untuk menyalakan mesin lain dari kejauhan.

Pada akhir abad ke-19, tenaga air pertama kali digunakan menjadi sumber pembangkit tenaga listrik. Cragside di Northumberland merupakan rumah pertama yang didukung oleh pembangkit listrik tenaga air pada tahun 1878 dan pembangkit listrik tenaga air komersial pertama dibangun di air terjun Niagara Falls pada tahun 1879. Pada tahun 1881, lampu-lampu di kota Niagara Falls disuplai listrik oleh pembangkit listrik tenaga air .

Sejak awal abad ke-20, istilah hydroenergy ini telah digunakan hampir secara eksklusif dalam kaitannya dengan perkembangan modern tenaga air. Organisasi-organisasi internasional seperti Bank Dunia telah melihat tenaga air sebagai alat untuk pembangunan ekonomi tanpa menghasilkan karbon ke atmosfer yang dapat memberikan dampak buruk bagi lingkungan dan alam. Selain itu dampak negatif terhadap lingkungan sekitar juga sangat minim dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga air.

Mengenal Sumber Energi Tenaga Angin

Energi angin merupakan salah satu alternatif tenaga energi terbaru untuk menggantikan bahan bakar fosil yang jumlahnya terbatas karena secara ketersediaannnya yang melimpah dan bisa diperbaharui, tersebar luas di seluruh penjuru dunia, bersih karena tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca selama beroperasi, tidak membutuhkan air dan cukup menggunakan lahan yang kecil. Sumber energi bertenaga angin bekerja dengan cara memanfaatkan aliran udara untuk memutar turbin angin sehingga secara mekanis dapat menghidupkan pembangkit listrik.Efek bersih terhadap lingkungan juga jauh lebih terutama jika dibandingkan dengan sumber energi yang tidak terbarukan seperti minyak.

Pembangkit listrik tenaga angin terdiri dari banyak turbin angin individu yang terhubung kedalam suatu jaringan transmisi tenaga listrik yang menghasilkan tenaga listrik yang nantinya akan didistribusikan sesuai dengan kebutuhan. Terdapat beberapa jenis angin yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber tenaga pembangkit, yaitu angin di darat yang merupakan sumber energi yang cukup murah dan kompetitif bahkan di banyak tempat energi angin lebih murah dibanding batu bara atau pabrik gas. Selain itu ada juga angin lepas pantai yang lebih stabil dan lebih kuat daripada di darat sehingga dapat menghasilkan tenaga listrik yang lebih banyak namun biaya konstruksi dan perawatannya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan angin darat. Pembangkit listrik angin kecil di darat bisa memberi asupan listrik untuk berbagai kebutuhan energi di sekitar pembangkit hingga ke lokasi terpencil di luar jaringan pembangkit.

Energi angin memberikan daya variabel yang sangat konsisten dari setiap tahunnya, namun memiliki beberapa perubahan yang signifikan dalam skala waktu yang lebih pendek. Oleh sebab itu, energi angin banyak dikombinasikan dengan sumber tenaga listrik lainnya agar bisa memberikan pasokan listrik yang handal dan konsisten. Seiring proporsi tenaga angin di suatu wilayah meningkat, kebutuhan untuk memperbarui jaringan dan kapasitas yang dikurangi untuk menggantikan produksi pembangkit tenaga konvensional dapat terjadi. Teknik manajemen energi seperti memiliki kelebihan kapasitas, turbin yang didistribusikan secara geografis, sumber cadangan yang dapat dipasang, daya hidroelektrik yang memadai, mengekspor dan mengimpor energi ke daerah di sekitar pembangkit, atau mengurangi permintaan listrik di saat produksi angin rendah saat musim-musim tertentu. Selain itu, penggunaan ramalan cuaca juga dapat membantu menyiapkan jaringan listrik alternatif apabila diprediksi pasokan tenaga angin akan berkurang karena faktor cuata.

Pada tahun 2015, Denmark mampu menghasilkan hingga empat puluh persen dari keseluruhan produksi listriknya dari memanfaatkan tenaga angin, dan setidaknya ada delapan puluh tiga negara lain di seluruh dunia sudah menggunakan tenaga angin untuk memasok jaringan listrik di negara mereka. Pada tahun 2014, kapasitas produksi listrik tenaga angin dunia tumbuh menjadi 369.553 MW. Produksi tahunan energi angin juga berkembang pesat dan telah mencapai sekitar empat persen penggunaan tenaga listrik di seluruh dunia, dan mencapai  11,4% di uni eropa.

Apa yang Dimaksud Dengan Renewable Energy?

Energi terbarukan atau Renewable Energy merupakan energy yang dikumpulkan dari sumber daya yang bisa diperbaharui atau ulang secara alami pada skala waktu yang masih manusiawi, seperti sinar angin, pasang surut ombak, panas bumi, matahari dan air hujan. Energi terbarukan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tenaga di berbagai bidang, terutama empat bidang utama yang menopang kehidupan manusia seperti : transportasi, energi, udara, air dan pendingan dan juga layanan energi off-grid.

Sumber tenaga renewable energy berada dimanapun, sehingga tersebar di  wilayah geografis yang luas, berbeda dengan sumber energi lainnya, yang hanya terkonsentrasi di sejumlah negara seperti minyak bumi. Difusi cepat energi terbarukan dan efisiensi energi menghasilkan keamanan dan keterjaminan akan energi yang signifikan, mencegah atau memperlambat perubahan iklim dan manfaat ekonomi yang tersebar luas. Hasil dari tinjauan literatur baru-baru ini menyimpulkan bahwa ketika penghasil gas rumah kaca bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan oleh emisi gas rumah kaca yang menjadi penyebab utama perubahan iklim tersebut.

Pada tahun 2015, total angka investasi global dalam teknologi terbarukan sudah mencapai lebih dari dua ratus delapan puluh enam miliar dollar.Investasi besar dilakukan pada sumber energi angin, matahari, biofuel dan hidro terutama oleh negara-negara besar serperti China / Tiongkok dan Amerika Serikat.

Riset REN21 yang dilaksanakan pada tahun 2016 menunjukkan bahwa energi terbarukan bisa memberikan kontribusi sebesar hingga 19,2% dari konsumsi energi global manusia dan 23,7% pembangkit listrik individu pada tahun 2014 dan 2015. Konsumsi energi itu dibagi menjadi 8,9% dari biomassa tradisional, 4,2% sebagai energi termal (biomassa modern, panas bumi dan panas matahari), 3,9% pembangkit listrik tenaga air dan 2,2% lainnya merupakan tenaga listrik dari yang bersumber dari angin, biomasa dan panas bumi.

Iklim, nilai kewajiban mitigasi yang tinggi akan memberikan insentif yang kuat untuk penerapan teknologi energi terbarukan Dalam sebuah survei opini publik internasional, ada dukungan kuat untuk membantu mempromosikan sumber energi terbarukan seperti tenaga energi matahari dan angin. Di tingkat nasional, setidaknya tiga puluh negara di seluruh dunia sudah menerapkan energi terbarukan yang menyumbang lebih dari dua puluh persen pasokan energi setiap tahunnya. Diharapkan pasar energi terbarukan nasional akan terus tumbuh kuat di dekade-dekade mendatang.

Saat ini setidaknya ada dua negara di dunia yaitu, Islandia dan Norwegia yang saat ini sudah menghasilkan semua listrik mereka melalui penggunaan energi terbarukan, dan banyak negara lain mencoba mengikuti mereka dengan menetapkan target untuk dapat memproduksi hingga 100% energi terbarukan di masa depan. Contohnya, di Denmark, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan total pasokan energi (listrik, tranportasi dan mobilisasi, dan sistem pemanas / pendingin ruangan) sehingga seluruhnya menggunakan energi terbarukan pada tahun 2050.

Selain banyaknya proyek energi terbarukan dalam besar, teknologi terbarukan juga sangat cocok dimanfaatkan bagi daerah terpencil pedesaan dan juga untuk negara-negara berkembang, di mana energi merupakan salah satu faktor penunjang penting penting bagi pembangunan. Mantan Sekjen PBB Ban Ki-moon telah mengucapkan bahwa energi terbarukan memiliki kemampuan dan manfaat besar untuk membantu meningkatkan derajat negara-negara paling miskin ke tingkat kemakmuran yang lebih baik.

Karena sebagian besar energi terbarukan memberikan tenaga, penyebaran energi terbarukan sering diterapkan bersamaan dengan elektrifikasi yang lebih banyak, sehingga memiliki beberapa keunggulan diantaranya:Tenaga Listrik dapat diubah menjadi panas (jika diperlukan suhu yang mereka hasilkan lebih tinggi daripada bahan bakar fosil),selain itu dapat diubah menjadi energi mekanik dengan efisiensi tinggi. dan bersih pada titik konsumsi.

Selain itu, elektrifikasi dengan energi terbarukan memberikan manfaat lainnya yaitu lebih efisien dan menyebabkan penurunan yang signifikan dalam permintaan energi primer, karena sebagian besar energi terbarukan tidak memiliki siklus uap dengan kehilangan energi yang tinggi seperti energi fosil (yang biasanya mengalami kehilgangan energi antara 40 sampai 65 persen).

Sistem energi terbarukan menjadi semakin efisien dan juga bernilai ekonomis. Tingkat konsumsi energi total di bumi terus meningkat meningkat. Dengan estimasi pertumbuhan konsumsi minyak dan juga batubara bisa berakhir pada 2020 karena penyerapan energi terbarukan dan gas alam yang lebih besar.